Kenyataan
itu pahit. Mungkin kita marah dan kesal. Kejam, ketidak adilan, korban
kerakusan. Saya hanyalah orang sangat lemah yang akan mengecewakan kalian. Saya
yakin mungkin tangan kalian gatal ingin meninju wajah saya dan mengambil nafas
untuk membentak saya. Maklum. Sakras ini telanjang bulat sampai kelihatan
organ-organ intim, disamping media kritis seberani telanjang berbikini dan
berkolor.
Mengapa
saya lemah? Karena saya ingin si lemah merenung dan berfikir. Setidaknya si
lemah menemukan kekuatan atau menciptakan kekuatan untuk melindungi diri bukan asal
pemberontakan. Setidaknya si lemah ini tidak sendirian. Dan lebih penting lagi
si lemah ini tetap bertahan meski tertindas, si lemah ini berguna untuk lemah
lainnya. Si lemah ini tidak boleh sembarangan pasrah. Recehan lemah bila
terkumpul akan sangat berharga.
Mengapa
target usia 21 keatas? Saya telah menyaksikan banyak teman saya yang usia 17
keatas masih mudah terprovokasi. Mungkin usia inilah yang rata-ratanya bisa
mengendalikan emosi. Banyak juga usia demikian bahkan 40 tahunan keatas yang
mudah terprovokasi. Untuk menanggapi kisah ini asah dulu mental sekuat berlian.









