“Bebas demi rutinitas dan mendobrak logika kerugian”
Perkembangan
lahir melalui perulangan, eksperimen hadir dibalik rutinitas menjenuhkan. Khayal
bakal terlupakan kecuali terngiang terulang-ulang. Para atlet selalu berlatih
meskipun mereka juara berturut-turut. Mereka menganggap latihan bagian dari
aktifitas bukan beban. Berlatih bisa membuat mereka berkembang atau
mempertahankan kualitas atletik mereka itulah logika umumnya.
Sebaliknya
diam yang kosong, ia bisa dihempaskan atau dilupakan. Beda dengan merenung,
diam ini sungguh kosong. Dengan sendiri kualitas akan memburuk lalu mati.
Tetapi dari
semua itu saya benci dengan kata “DISIPLIN”, saya lebih suka melakukan exercise
itu menjadi bagian dari aktifitas, saya ingin kegiatan itu seperti bernafas tak
terasa bebannya. PASTRIP mungkin menjadi saksi perkembangan bakat saya dalam
bidang menggambar, mengatur komposisi, seni bercerita, cara memandang hidup,
dan perkembangan lainnya.
Baru kusadari
terjadi banyak kesalahan. Rencana dan kerangka selalu dibuat terpaksa tanpa
bahan yang jelas. Sepanjang kesalahan yang mengikuti fokus aturan. Cerita harus
jelas plotnya, unsur-unsur, konflik dan segala yang utama. Cerita wajib punya
judul. Tanpa rutinitas dan bahan mentah selalu saja hasil paksaan seadanya. Itulah
kesalahannya.
Dari sana
saya memutuskan membuat PASTRIP serampangan bagai anak kecil brutal melempar
se-dus balok-balok Lego ke lantai, kubiarkan ia berserakan. PASTRIP itu spontan
dan otomatis (Autho). Jadi PASTRIP mirip kisah nyata yang seadanya, bisa saja
ceritanya fiksi kenyata-nyataan. Kisah nyata pasti datang dari rangkaian
peristiwa spontan, contoh BIOGRAFI atau SEJARAH. PASTRIP bagai potongan POTRET
dan KLIPING artikel yang belum jelas.
Sulit
menghindari rasa rugi. Kuas, tinta, kertas, air bukan barang murah. Belum lagi
komputer, scaner, dan internet bila ingin dibaca lebih luas. Saya sudah pikir
masak-masak karya ini akan dibaca cuma-cuma tanpa bayaran. Seringkali saya iri
dengan pecandu rokok. Ia rela membuang uang demi batang-batang kecil kertas
berisi racun, para pecandu rokok apapun status mereka lebih senang bunuh idri
pelan-pelan termasuk PEMULUNG! Saya ingin mengalahkan kebahagiaan para pecandu
rokok dengan aktifitas menggambar.
Dengan begini
saya bisa menjalankan aktifitas ini tanpa beban, dan tak ada istilah DISIPLIN
dalam kamusku. Semoga ada peluang dibalik PASTRIP. Amiin..
31 Oktober 2015
Audij