Sabtu, 31 Oktober 2015

MISI PASTRIP

“Bebas demi rutinitas dan mendobrak logika kerugian”
               
Perkembangan lahir melalui perulangan, eksperimen hadir dibalik rutinitas menjenuhkan. Khayal bakal terlupakan kecuali terngiang terulang-ulang. Para atlet selalu berlatih meskipun mereka juara berturut-turut. Mereka menganggap latihan bagian dari aktifitas bukan beban. Berlatih bisa membuat mereka berkembang atau mempertahankan kualitas atletik mereka itulah logika umumnya.
               
Sebaliknya diam yang kosong, ia bisa dihempaskan atau dilupakan. Beda dengan merenung, diam ini sungguh kosong. Dengan sendiri kualitas akan memburuk lalu mati.
              
Tetapi dari semua itu saya benci dengan kata “DISIPLIN”, saya lebih suka melakukan exercise itu menjadi bagian dari aktifitas, saya ingin kegiatan itu seperti bernafas tak terasa bebannya. PASTRIP mungkin menjadi saksi perkembangan bakat saya dalam bidang menggambar, mengatur komposisi, seni bercerita, cara memandang hidup, dan perkembangan lainnya.
               
  Baru kusadari terjadi banyak kesalahan. Rencana dan kerangka selalu dibuat terpaksa tanpa bahan yang jelas. Sepanjang kesalahan yang mengikuti fokus aturan. Cerita harus jelas plotnya, unsur-unsur, konflik dan segala yang utama. Cerita wajib punya judul. Tanpa rutinitas dan bahan mentah selalu saja hasil paksaan seadanya. Itulah kesalahannya.
             
Dari sana saya memutuskan membuat PASTRIP serampangan bagai anak kecil brutal melempar se-dus balok-balok Lego ke lantai, kubiarkan ia berserakan. PASTRIP itu spontan dan otomatis (Autho). Jadi PASTRIP mirip kisah nyata yang seadanya, bisa saja ceritanya fiksi kenyata-nyataan. Kisah nyata pasti datang dari rangkaian peristiwa spontan, contoh BIOGRAFI atau SEJARAH. PASTRIP bagai potongan POTRET dan KLIPING artikel yang belum jelas.
                
Sulit menghindari rasa rugi. Kuas, tinta, kertas, air bukan barang murah. Belum lagi komputer, scaner, dan internet bila ingin dibaca lebih luas. Saya sudah pikir masak-masak karya ini akan dibaca cuma-cuma tanpa bayaran. Seringkali saya iri dengan pecandu rokok. Ia rela membuang uang demi batang-batang kecil kertas berisi racun, para pecandu rokok apapun status mereka lebih senang bunuh idri pelan-pelan termasuk PEMULUNG! Saya ingin mengalahkan kebahagiaan para pecandu rokok dengan aktifitas menggambar.  
               
Dengan begini saya bisa menjalankan aktifitas ini tanpa beban, dan tak ada istilah DISIPLIN dalam kamusku. Semoga ada peluang dibalik PASTRIP. Amiin..
31 Oktober 2015
Audij
                                                                                                                                                         

















Kamis, 24 September 2015

GENERASI KUCING


UJI NYALI


LOH! SST!


HAMPIR KESASAR


KERJAAN


TERLALU BAIK


BIDUAN


CITA-CITA


TONG KOCAK


KAMBING CACAT


GARIS POLISI


ZONA BEBAS


ADUAN


SENAR LEPAS


KOLAM


ADE KUMIS


SUNAT CARA MEDIS


Kamis, 23 Juli 2015

Apalah Nama

Autho (September 2014 – Juni  2015)

Para penikmat pasti bingung dengan judul komik strip yang berubah-ubah. Ide nama Autho saya beberkan pada September 2014. Sebenarnya Autho itu banyak sekitar 20-an tapi sebagian saya sobek karya kurang syarat edar. Autho ini sedikit memaksa, berasal dari Author artinya penulis.

Kadang pula kata Autho ini berasal dari Automatic hidup ini otomatis, namun diatur yakni Authority. Judul Autho saya akhiri pada pertengahan 2015 dengan mengutak-atik nama lain yang terlintas dipikiran.  Kini nama Autho hanya ungkapan kehidupan nyata di ceritaku.

Cerfig  - Dulu – Pastrip (Juni 2015)

Cerfig akronim dari Cerita Figuran. Memang pada tiap film, teater, maupun komik, figuran hanya dijadikan karakter numpang lewat. Padahal dikehidupan nyata mereka punya masalah yang tidak beda dengan yang dialami tokoh cerita bahkan ada yang lebih rumit kasusnya. Penulis memberikan kesempatan melihat sisi kehidupan para figuran itu dan tokoh pendukung dari dunia Autho.

Ketahuan bila penikmat lihat kapan strip ini dibuat dari  judulnya. Cerfig dibuat sekitar Juni 2015 dan saat itu pula nama judul pun saya ganti dengan Dulu. Alasannya adalah kejadian dikomik ini adalah dulu meski kemarin atau seminggu yang lalu.

Saya pikir lagi penggunaan kata Dulu kurang tepat, makanya tak ada komik saya yang berjudul Dulu, lalu saya ganti dengan Pastrip dari hasil corat-coret diatas kertas penuh. Past – adalah istilah lampau pada bahasa Inggris. Anda pasti paham bila pernah belajar bahasa Inggris. Pastrip yakni Past dan Strip. Pada “Past” ini mengkisahkan masa lalu mereka meski sehari – sebulan yang lalu.  


Saat ini saya resmikan nama Pastrip seminggu sebelum blog ini dibuat.

Ide

Pada tempo ini saya mengungkapkan alasan membuat komik ini. Ide itu terlintas pada akhir 2014. Dewasa ini, saya kurang puas mengkonsumsi komik strip yang berpatokan dengan kekinian, apalagi politik. Saya buat cerita ini berdasarkan tentang sisi kehidupan masyarakat, bukan teori pakar.

Pada dunia Autho, komik strip ini berkaitan erat dengan kehidupan cerita lain yang di cap Autho. Pada sebagian kasus biasanya pernah saya alami di cerita itu, yang terwakili oleh karakter. Sebagian karakter pun punya hubungan erat dengan tokoh di cerita Autho lain.


Segala jenis lapisan masyarakat yang ada dari segi status, gender, usia, latar belakang dan lain-lain. Mereka menyikapi sebuah kasus pada cerita ini. Kepuasan yang saya izinkan edar adalah kekuatan cerita yang singkat dan padat. Seperti cerpen enam kata yang ditorehkan oleh penulis Ernest Hemmingway yakni = For sale: Baby shoes never worn (Dijual: Sepatu bayi. Belum pernah dipakai!), atau seni sastra Jepang seperti HAIKU, contoh boleh cek sendiri atau tengok blog saya yang lain http://haikumenyapamu.blogspot.com/ kalau ini versi strip dari sekian buku komik.