Rabu, 03 Agustus 2022

DINASTI KEBODOHAN (2014-2022)

 

Aku mangkir menyelesaikan komik strip Pastrip, karena sumber masalah itu sendiri adalah keputusanku membuat komik Pastrip. Aku adalah karakter manusia biasa yang tak berkuasa di universe itu. Kesalahan itu berawal saat aku iseng menggambar komik strip di kertas A5 saat istirahat membantu Mama kerja di katering. Itu terjadi pada pertengahan 2014. Aku hanya menggambar beberapa lembar komik. Awalnya aku kasih lihat teman-teman kuliahku. Mereka terkesan hingga aku merasa percaya diri memamerkan di medsos. Tahun 2015, karena aku membuat strip setahun penuh, lumayan banyak ada puluhan. Aku sebar diinternet. Medsos yang ku sebar pertama adalah Facebook dan blog ini tahun 2016.

Aku pertama kali memiliki akun Instagram pada tahun 2016, berisi foto-foto random, termasuk Pastrip. Tahun 2018 akun Instagram khusus Pastrip. Ya, aku selalu menunda karena tak ikhlas menggambar diriku sebagai manusia biasa. Aku menggambar beberapa karakter seperti sepasang kekasih muda-mudi, veteran perang, orang-orang biasa, anak kecil, binatang, dll. Bagaimana bisa aku melakukan hal sia-sia selama delapan tahun? Kesalahan terbesar yang patut kusesali. Harusnya dari dulu aku menolak membuat Pastrip. Aku menggambar diriku yang masih jomblo walau sudah memiliki pasangan di tahun 2019. Namun itu belum cukup karena jiwaku mewakili karakter lain. Yap Rymus secara sifat mewakiliku.

Beban kebodohan ini kupanggul sembari menyelesaikan tugas kuliah usai cuti (2015-2018). Tahun 2017, aku memiliki kesempatan menggambar komik satu chapter berjudul “Tarian Takdir”. Tentu saja karakter itu berasal dari Pastrip. Untungnya tak lolos masuk kompilasi. Ketahuan karena aku tak ikhlas menggambar karakter itu yang bukan diriku. Kebodohan itu berlanjut saat-saat sepi mata kuliah. Tahun 2017-an aku rajin-rajin posting Pastrip yang mangkir, untungnya saat Tugas Akhir aku menggambar komik satu buku tentang karakter orang lain. Hingga lulus kuliah aku terjebak sebagai manusia biasa baik universe Durian (didunia nyata) maupun di universe Jeruk (Pastrip, Pawang Gairah). Aku bahkan memikirkan beberapa judul komik yang akan ku buat.

Selama lulus kuliah, tak sekalipun terpikirkan masa depan kehidupan di realita. Aku memang sempat bertanya cara melamar kerja kepada temanku, namun pada akhirnya akupun terjebak dalam ilusi neraka yang kubuat sendiri. Aku kadang menonton aneka video-video self improvement sebagai pelarian. Bicara soal situasi dunia, tahun 2020 adalah tahun yang merepotkan. Penyebaran virus Covid-19 ini membuat aktivitas  luar diseluruh dunia tersendat. Perekonomian pun kacau. Aku tak peduli. Tahun demi tahun semakin kacau, tahun 2021-2022 akhirnya warga vaksin massal sebanyak 3 kali, karena virus itu bermutasi. Tahun 2022, situasi agak normal namun terjadi genjatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Hutang Indonesia sudah membengkak, pasti akan membengkak bila dilihat dari kacaunya konflik kedaulatan itu. Ditambah virus cacar monyet yang semoga saja meredup cepat.

Sejak pertengahan 2021 imajinasiku makin menggila, aku menggambar 49 karakter teman khayalan. Pada titik inilah energi imajinasiku terkuras drastis. Aku bahkan riset soal type kepribadian manusia, ukuran, populasi, saat berpikir membuat cerita fiksi. Aku semakin serius melakukan hal bodoh. Tentu saja Pastrip, Pawang Gairah, dan cerita Universe Jeruk semakin terbengkalai. Sejak itu aku hidup seolah dengan 25% energi setiap harinya. Aku enggan menciptakan gambar-gambar absurd itu namun dipaksa oleh komitmen semu.

Pertengahan 2022 adalah titik sejuk. Aku mulai terapi pasir karena aku sulit mencurahkan isi pikiran dengan kata-kata. Aktifitas terapi ini kurahasiakan karena sangat sensitif pada psikologiku. Selain terapi, aku iseng menonton video youtube channel “Jamu Otak” tentang “MVP Lean Start Up”. Video inilah yang mencambuk hingga aku tersadar dari tidur panjangku, Dinasti Kebodohan (2014-2022). Ditambah lagi konsep MVP ini memiliki kesamaan sistem Pareto 20/80, dan stoic. Konsep ini sama-sama menyeleksi, menyederhanakan hal yang paling penting dan bermakna. Channel asal Indonesia bernama “Jamu Otak”, “Rianto Astono”, “Dr. Indrawan Nugroho”dan “Ferry Irwandi” adalah rekomendasi dariku soal pembahasan self improve. Channel yang lain juga bagus namun agak bertele-tele.

Titik sejuk tadi membawaku ke sebuah benang merah. Aku mengambil langkah berani. Sejak akhir Juli 2022, kuputuskan Universe Jeruk dimusnahkan! Cerita-cerita yang ada di Universe Jeruk yang terlanjur tertulis, rencananya akan aku remake jadi cerita karakter orang lain. LUAR BIASA!!! Aku otomatis merasa hidup. Aktifitas sehari-hari terasa ringan karena hanya fokus pada diriku!! Aku seolah bergerak otomatis terjun ke dalam masyarakat. Beberapa catatan cerita dan sketsa kasar pelan-pelan aku buang. Selamat kembali ke dunia bung. Ya, kebetulan keponakanku akan ulangtahun, jadi aku turut ikut merayakan ulangtahun dia dan kemenanganku. Dinasti Kebodohan resmi runtuh.

PASTRIP masih eksis walau universe jeruk kumusnahkan. PASTRIP akan kujadikan komik percobaan MVP hahaha...sebelum menjadi produk jadi komik utuh bahkan film.

Selasa, 03 Mei 2016

PESAN KEPADA SANG MENTAL


Kenyataan itu pahit. Mungkin kita marah dan kesal. Kejam, ketidak adilan, korban kerakusan. Saya hanyalah orang sangat lemah yang akan mengecewakan kalian. Saya yakin mungkin tangan kalian gatal ingin meninju wajah saya dan mengambil nafas untuk membentak saya. Maklum. Sakras ini telanjang bulat sampai kelihatan organ-organ intim, disamping media kritis seberani telanjang berbikini dan berkolor. 

Mengapa saya lemah? Karena saya ingin si lemah merenung dan berfikir. Setidaknya si lemah menemukan kekuatan atau menciptakan kekuatan untuk melindungi diri bukan asal pemberontakan. Setidaknya si lemah ini tidak sendirian. Dan lebih penting lagi si lemah ini tetap bertahan meski tertindas, si lemah ini berguna untuk lemah lainnya. Si lemah ini tidak boleh sembarangan pasrah. Recehan lemah bila terkumpul akan sangat berharga.


            Mengapa target usia 21 keatas? Saya telah menyaksikan banyak teman saya yang usia 17 keatas masih mudah terprovokasi. Mungkin usia inilah yang rata-ratanya bisa mengendalikan emosi. Banyak juga usia demikian bahkan 40 tahunan keatas yang mudah terprovokasi. Untuk menanggapi kisah ini asah dulu mental sekuat berlian. 

MANUSIA MELATA


KAMBING SYUTING


KERETA MALAM


KERETA PAGI



*Pepes Teri = Kumpulan ikan teri yang dikukus dengan daun pisang.

HAI